Hormon seks pada pria dan wanita berbeda. Pada pria, hormon seks paling utama adalah testosteron, sendangkan pada wanita disebut dengan estrogen. Fungsi keduanya hampir sama,yaitu memunculkan tanda-tanda seks baik pada pria maupun wanita. Jika pada pria beberapa diantaranya adalah tumbuhnya kumis, janggut, rambut kemaluan, jakun dan tanda-tanda lainnya. Sedangkan pada wanita misalnya mulai munculnya menstruasi, pertumbuhan payudara dan pinggul serta tumbuhnya rambut kemaluan. Siklus kedua hormon ini hampir sama, bisa dilihat di gambar berikut ini.
Wanita
Hormon estrogen yang diproduksi oleh ovarium punya peran penting dalam hal daya tarik seksual. Namun, bagi perempuan, kondisi hormon bukan satu-satunya yang mempengaruhi kehidupan seksual mereka. Daya tarik seksual pada perempuan juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti usia, kondisi psikologis dan sosial. Di rentang usia 30-40 tahun, wanita mencapai puncak kehidupan seksual. Mereka jarang mengeluhkan kehidupan seks. Pasca-melahirkan jumlah hormon estrogen turun dan kembali normal setelahnya. Inilah penyebab turunnya frekuensi hubungan seksual pada empat bulan pertama pasca-melahirkan.
Sekitar 70% perempuan menurun gairah seksualnya pada enam bulan pertama pasca-melahirkan. Stres pasca-melahirkan juga dapat membunuh gairah seks. Puncak kesuburan wanita berada dalam range umur 19 sampai 26 tahun. Kemampuan untuk memiliki bayi semakin berkurang pada wanita berusia 27-45 tahun dan usia 45 tahun ke atas merupakan masa wanita mendekati usia menopause.
Lebih dari 30% perempuan usia 38 tahun sulit hamil. Perempuan memiliki sekitar 400 ribu sel telur di ovariumnya. Produksi sel telur dimulai sejak menstruasi pertama. Setiap kali terjadi menstruasi, sebuah sel telur akan dilepaskan (disebut ovulasi). Artinya setiap kali terjadi menstruasi sel telur semakin berkurang.Saat Anda menginjak usia 30, memutuskan untuk segera hamil adalah suatu keputusan yang tepat. Karena kondisi ekonomi dan emosi sudah lebih matang . Semakin anda tunda, maka kualitas telur terus menurun di atas 35 tahun. Jika dalam 1 tahun Anda melakukan hubungan seks 2-3 kali per minggu (di masa subur), tapi tak kunjung hamil, disarankan anda menemui dokter ahli kandungan, atau bisa juga anda baca dulu tipsnya disini.
Para peneliti di University of Texas di Austin, Texas, AS, mengatakan bahwa penurunan kesuburan wanita bisa menimbulkan motivasi seksual lebih besar dan meningkatkan perilaku seksual daripada wanita dengan tingkat fertilitas tinggi. Wanita di usia tiga puluhan dan awal empat puluhan memiliki dorongan seks lebih tinggi dibandingkan wanita yang usianya lebih muda. Para peneliti mengatakan bahwa wanita pada usia tersebut lebih mungkin untuk menyadari bahwa jam biologis mereka berdetak dan berusaha menebus waktu hilang. Berdasarkan hasil suatu penelitian, memasuki gerbang usia kepala empat, umumnya wanita menjadi lebih lincah, lebih agresif dan memiliki lebih banyak fantasi bercinta meskipun wajah tak lagi bebas dari kerutan, dan perut tak sekencang dulu, tapi setidaknya di usia ini libido wanita makin menggebu-gebu.
Range usia 27-45 tahun merupakan kelompok wanita dengan kehidupan seks terbaik. Rata-rata wanita usia 27-45 tahun berpikir tentang seks dan bercinta lebih sering daripada wanita lebih muda dan lebih tua. Jika ditilik dari faktor hormon, sexual prime age seorang wanita berada pada usia 25 hingga 30 tahun. Di atas umur 35 tahun hormon estrogen mulai menurun, tapi tak berpengaruh pada gairah seksual. Akhir usia 30-an akan terjadi penurunan hormon secara drastis. Mulai usia 30an pada seorang wanita, hormon estrogen dan progesteron mulai berfluktuasi. Kuncinya tetap berpikir sebagai seorang wanita, seksi, menarik, dan menerima terjadinya fluktuasi hormon.
Pria
Hormon Testosteron
Merupakan hormon utama pada seorang pria. Testosteron bertanggungjawab terhadap pertumbuhan ciri seksual seorang pria. Hormon ini mencapai puncak ketika masih muda dan ditunjukkan dengan munculnya ciri-ciri seks sekunder seperti tumbuhnya rambut kemaluan dan badan yang berotot. Seiring pertumbuhan usia, produksi testosteron akan semakin menurun. Karena itu hasrat seksual juga turun. Untuk mempertahankannya seorang pria perlu olahraga yang cukup dan diet yang teratur. Diet ini terutama dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan zinc tinggi agar dapat meningkatkan kadar testosteron tubuh.
Selama kesehatan seorang pria dalam kondisi prima, mereka masih dapat melakukan hubungan intim selama hidupnya. Pada laki-laki yang sudah berusia 30 tahun sebaiknya waspada. Sebab, di usia ini terjadi penurunan hormon testosteron sekitar 1% per tahun. Saat ini, lebih dari 50% pria usia di atas 40 tahun menderita disfungsi ereksi (DE), dan semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Penyebab disfungsi ereksi bermacam-macam. Penyebab utama adalah rokok dan minuman beralkohol.
Seorang psikiater, Helen Singer Kalpan, MD. Ph.D mengungkapkan, kemampuan pria dalam kehidupan seks berubah-ubah tergantung tahapan usianya. Berikut ini tahapan-tahapan dan masalah yang melanda kaum pria dan berbagai tingkatan usia.
a. Usia 20-an
Puncak gairah tertinggi dalam tahapan kehidupan seks seorang pria terjadi di usia sekitar 17 atau 18 tahun. Pria pada usia ini hanya membutuhkan sedikit rangsangan seks bahkan sama sekali tidak perlu stimulasi untuk membangkitkan gairahnya, dan umumnya sulit menahan ereksi. Gairahnya timbul seperti orang kelaparan. Mereka menjadi terganggu, tergantung, dan sulit menghindar. Pria pada usia ini cepat mencapai orgasme, dan sesaat setelah orgasme, mereka mampu melakukan hubungan intim lagi. Hal ini merupakan pengaruh dari tingginya hormon testosteron. Kelelahan juga bukan alasan. Mereka tetap mampu bekerja sepanjang hari, bergadang, dan berhubungan intim. Masalah terbesar yang menghantui pria pada usia ini adalah ejakulasi primer.
b. Usia 30-an
Begitu memasuki usia 30-an, pikiran-pikiran yang berhubungan dengan kehidupan seks mulai berubah. Pria tetap bergairah untuk melakukan hubungan intim sesering mungkin, namun frekuensi spontanitasnya menurun kendati ia mampu melakukannya dua kali berturut-turut. Di usia ini, ketika pria mulai kaya dengan teknik bercintanya, pada saat yang sama dia juga mempertimbangkan kepuasan isterinya. Pengalaman membuat pria mampu mengontrol dirinya kapan harus mencapai orgasme, dan membiarkan sang isteri mencapainya lebih dulu. Dia telah berubah dari seorang pemuda yang lapar seks menjadi pria dewasa yang mengerti kebutuhan seks.
Di usia 30-an, pria masih mampu mencapai orgasme lebih dari satu kali sehari. Namun pikirannya lebih dipusatkan pada kehidupannya. Stress, karier, problem keluarga, punya pengaruh kuat dalam kehidupan seksnya. Perubahan ini mungkin diinterprestasikan oleh isteri sebagai hilangnya daya tarik dirinya. Jika anda seorang isteri, jangan menyalahkan diri sendiri. Anda harus ingat bahwa ini hanyalah perubahan yang normal-normal saja. Bukan berarti sang suami tidak lagi tertarik melakukan hubungan intim, namun seks kini jadi pilihannya yang kedua. Pilihan pertama adalah tentang kehidupan keluarga anda.
Sama seperti wanita, sexual prime age pria juga berkisar pada usia 25 hingga 30 tahun. Namun, titik pasti sexual prime age antara wanita dan pria bisa saja berbeda. Demikian juga antara wanita yang satu dengan yang lainnya. Sexual prime age bersifat individual karena ada banyak faktor yang memengaruhinya. Hormon estrogen dan testosteron berperan penting dalam meningkatkan atau menurunkan hasrat seksual. Selain faktor hormon, faktor usia, psikologis, dan sosial juga sangat berpengaruh.
Setelah melewati usia 30, fungsi seksual seseorang mengalami penurunan sebagai dampak dari proses penuaan tubuh manusia. Penurunan fungsi seksual termasuk yang terjadi lebih awal dibandingkan penurunan fungsi organ tubuh yang lain. Kenapa? Karena pada proses penuaan, hormon seks, yakni estrogen dan testosteron, termasuk yang pertama mengalami penurunan, selain hormon pertumbuhan (lihat gambar diatas). Secara alamiah, proses penuaan disebabkan oleh berkurang atau berubahnya hormon. Selain hormonal juga ada faktor lain yang berpengaruh semisal radikal bebas, polusi lingkungan, gaya hidup tidak sehat, serta efek samping konsumsi obat yang mengandung hormon juga berpengaruh terhadap proses penuaan.
Jika fungsi seksual Anda dan pasangan tengah berada di puncak, kemudian menurun bersama-sama, hal ini tidak berbahaya. Berbahaya adalah jika salah satunya sudah mengalami penurunan atau gangguan fungsi seksual sedang yang satu masih berada di puncak. Bagaimana solusinya? Tentu banyak pendekatannya. Tapi pada dasarnya ada 2 pendekatan, yaitu medis dan non medis. Untuk pendekatan medis bisa berupa pengobatan bisa juga berupa tindakan operatif, tergantung kasusnya dan harus anda konsultasikan kepada ahlinya. Jangan mengambil tindakan sendiri termasuk membeli "obat kuat".
Sedangkan tindakan non medis pun secara umum dibagi dua, yaitu perbaikan diet dan latihan fisik. Latihan fisik tidak hanya sekedar olah raga, tapi juga termasuk menggerakkan badan anda untuk aktifitas rutin (memilih tangga daripada lift, memilih berjalan kaki daripada hanya sekedar naik ekskalator). Anda bisa memilih olah raga yang anda suka. Lakukan secara rutin dan happy. Dan untuk pengaturan makanan pilih bahan makanan yang membantu anda terhindar dari penurunan hormon seks yang drastis. Ada banyak pilihan bahan makanan, tinggal anda padu padan agar nyaman dikonsumsi.
c. Usia 40-50-an
Pada umumnya, kemampuan berhubungan intim pada pria usia ini tergantung pada kondisi mental dan fisiknya serta menjadi lebih tergantung pada keaktifan isterinya. Ia lebih senang pada ciuman yang istri berikan atau sekedar sentuhan-sentuhan kecil yang membangkitkan gairah. Inisiatif harus lebih banyak berasal dari istri. Perubahan ini normal saja dan bisa diperkirakan sebelumnya. Jadi bukan karena sang istri kurang menarik lagi. Kadang seorang suami mulai kurang merasa percaya diri, dan besar perhatiannya pada perubahan tahapan seksnya. Mungkin saja ia jadi depresi dan perlu waktu untuk membuatnya kembali bergairah. Dan ketika ia benar-benar siap, ia mungkin tak bisa lama-lama menahan ejakulasi, sehingga terlalu cepat orgasme. Yang jadi momok pada usia ini adalah terlambat ereksi dan cepat ejakulasi.
Bahkan mungkin ia mengalami kekhawatiran karena tidak mampu ereksi. Inilah puncak krisis pria tengah baya. Dan cukup menimbulkan stress bagi pria. Padahal kaum wanita justru mencapai puncak gairah pasca usia 40. Jadi ini merupakan waktu yang tepat bagi isteri untuk melakukan kegiatan seks dengan yakin. Jika istri telah melakukan stimulasi tapi suami tetap tak mampu “bangun”, itu tidak normal. Kondisi ini bisa membuat suami kecewa sehingga suami akan menghindar setiap kali istri mengajaknya berhubungan intim. Ini merupakan awal problem yang serius, dan perlu penanganan seorang ahli.
d. Pertengahan 50-60-an
Pada usia 50-an, keinginan dan gairah seorang pria mudah diredam oleh kelelahan atau stress. Sudah jarang baginya untuk bisa mencapai puncak lebih dari sekali dalam waktu 24 jam. Ereksinya juga agak lemah, kendati mungkin gairahnya masih setinggi usia 40-an. Faktor kesehatannya bisa jadi penghalang untuk mencapai kepuasan maksimal. Tekanan darah tinggi, problem penyakit jantung atau pemakalan obat-obatan bisa mempengaruhi kehidupan seks pria usia ini. Selama kesehatan mereka prima, pria dapat terus melakukan hubungan intim selama hidupnya.
Tips Menghadapi Penurunan Hormon Seks
1. Gaya Hidup Sehat
Menerapkan gaya hidup sehat bukan hal yang sulit. Anda lebih membutuhkan tekad dan niat untuk menjalaninya. Intinya adalah asupan makanan yang halal dan baik plus latihan fisik yang rutin. Ada banyak makanan yang bisa anda pilih. Misalnya alpukat/avokad. Avokad adalah salah satu makanan yang bisa meningkatkan gairah seksual. Dia mengandung asam folat yang tinggi, membantu pengolahan protein, sehingga memberi asupan energi bagi tubuh. Avokad juga mengandung vitamin B6 (nutrisi yang meningkatkan produksi hormon pria) dan potasium (yang membantu pengaturan kelenjar tiroid wanita).
2. Good stress management.
Laura Berman, Ph.D., Direktur Berman Center for Women’s Sexual Health di Chicago, mengatakan bahwa stres membuat tubuh lelah, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan motivasi untuk melakukan apa pun, termasuk berhubungan seks. Ketika seorang wanita stres, perubahan hormon dalam tubuhnya memicu reaksi kimiawi yang menyebabkan hormon testosteron tidak tersedia untuk membangkitkan libido dan memberi respons seksual. Meski begitu, seks juga dinilai sebagai obat stres alami. Jadi, daripada emoh berhubungan seks karena stres, lebih baik redam emosi Anda terlebih dahulu dan minta pasangan untuk membuat Anda relaks dengan bermesraan. Setelah Anda merasa lebih relaks, Anda pun siap untuk melangkah ke babak berikutnya. Hubungan makin harmonis, stres pun hilang!
3. Tidur cukup selama enam hingga delapan jam dengan pulas.
Saat Anda tidur, terjadi pembuangan radikal bebas dan produksi hormon regeneratif. Dengan begitu, semua sel tubuh yang rusak bisa diperbaiki dan penuaan dini, termasuk penurunan fungsi seksual, bisa diperlambat.
4. Berolahraga minimal tiga kali seminggu, selama 30 menit hingga 1 jam.
Pilih olahraga untuk membentuk dan melatih otot. Otot mampu membakar kalori lebih baik. Keberadaan otot tubuh penting untuk memproduksi hormon regenerasi. Sebagai tambahan, lakukan juga latihan kardio (jogging atau senam aerobik) yang bisa mengikis lemak dan memperindah bentuk tubuh. Penampilan yang lebih baik bisa membuat Anda merasa lebih seksi dan percaya diri. Secara psikologis, hal ini berpengaruh terhadap hasrat seksual dan kepercayaan diri Anda.
5. Hindari asap rokok.
Asap rokok adalah salah satu penyebab radikal bebas. Semua daya upaya Anda menjalani gaya hidup sehat, mulai dari diet hingga berolahraga, akan percuma jika Anda masih merokok atau sering terpapar asap rokok.
6. Bina kehidupan seksual yang harmonis bersama pasangan
Komunikasikan dengan baik ekspektasi-ekspektasi seksual Anda kepada pasangan. Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaan Anda usai berhubungan seksual. Dengan begini, Anda berdua belajar untuk memahami dan memenuhi ekspektasi masing-masing. Ingat juga, hubungan seks dimulai dari sekadar sentuhan lembut yang mesra dan kecupan di pipi. Jangan pelit untuk mengungkapkan rasa cinta Anda melalui hal-hal sederhana karena Anda tidak bisa mengharapkan membangun hasrat seksual yang penuh gairah hanya dalam semalam.
Penggunaan obat pembangkit hasrat seks sebaiknya dipertimbangkan dengan matang, dan konsultasi terhadap dokter terlebih dahulu. Adakalanya anda hanya kurang istirahat atau diet anda yang salah. Penggunaan obat yang bersifat membangkitkan hasrat seks pada dasarnya hanya akan berefek sementara dan membuat anda kecanduan. Obat-obatan bisa jadi selain hanya bersifat sementara juga mungkin malah membahayakan jantung anda. Prinsip dasar obat ini ada yang memacu denyut jantung dengan tujuan mempercepat ereksi, tapi efek ke jantung bisa tidak baik. Apalagi bagi penderita penyakit jantung, bisa berakibat fatal. Perbaikan gaya hidup dengan memperbaiki asupan makanan, olah raga teratur, relaksasi pikiran, menghentikan rokok dan alkohol akan lebih bermanfaat. Ada banyak bahan makanan yang akan membantu anda mengurangi kecepatan penurunan hormon seks, alias memperpanjang gairah anda terhadap pasangan. Dan ini sagat penting untuk anda terapkan bersama pasangan.
Anda membutuhkan konsultasi gizi untuk pengaturan diet anda? Silakan email ke rahasiaumur30@gmail.com
Anda membutuhkan konsultasi gizi untuk pengaturan diet anda? Silakan email ke rahasiaumur30@gmail.com


