Kolesterol Tinggi

Ketika kita membicarakan tentang kolesterol, ada tiga macam elemen kolesterol yang saling berpengaruh. Ketiganya adalah LDL (Low Density Lipoprotein) yang sering disebut kolesterol jahat, HDL (High Density Lipoprotein) atau kolesterol baik, serta trigleserida. Kadar semua elemen tersebut disebut dengan kadar kolesterol total.

Perlu diingat bahwa kolesterol sangat diperlukan oleh  tubuh untuk membantu membentuk dinding sel, sebagai bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid, dan juga sebagai salah satu sumber energi. Kolesterol juga merupakan salah satu komponen penting dalam produksi asam empedu, hormon steroid, dan vitamin D. Kolesterol secara alami dihasilkan oleh hati.

Terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penegakan diagnosa yang berkaitan dengan  kolesterol. Diantaranya adalah jenis kelamin, usia, riwayat keluarga, riwayat menderita penyakit tertentu (diabetes, hipertensi, dll) dan juga indeks masssa tubuh.

Kadar kolesterol darah diukur menggunakan satuan mmol/L (dibaca milimol per liter darah). Bagi orang dewasa yang sehat, kadar kolesterol yang dianjurkan adalah kurang dari atau sama dengan 5 mmol/L dengan kadar LDL maksimal 3 mmol/L. Sedangkan orang dewasa yang mempunyai faktor resiko tinggi (terkait usia maupun kondisi kesehatan tertentu) kadar koleterol sebaiknya kurang dari 4 mmol/L dengan kadar LDL kurang dari 2 mmol/L dan HDL diatas 1 mmol/L.

Trigliserida merupakan lemak tubuh yang dapat dipecah dan dibakar menjadi energi. Trigliserida berasal dari konsumsi makanan berlemak. Trigliserida yang tidak dipecah menjadi energi akan disimpan di dalam jaringan lemak. Kadar trigliserida seharusnya dibawah 1.7 mmol/L.

Arti Kolesterol Tinggi
Di dalam tubuh, kolesterol tersebar dalam bagian-bagian tubuh tertentu seperti kulit otot, saraf, otak dan juga jantung. Kadar kolesterol yang tidak sesuai dengan batas normal  inilah yang disebut  dengan kolesterol tinggi. Kadar kolesterol normal adalah dibawah 200 mmol/L (kolesterol total).  Sedang untuk LDL seharusnya dibawah 100 mmol/L dan  kadar HDL seharusnya lebih dari 50 mmol/L. Jika kadar kolesterol total diantara 200-239 mmol/L harus mulai waspada. Dan jika sudah lebih dari 240 mmol/L ini merupakan risiko tinggi.

Penyebab Kolesterol Tinggi
Secara umum ada dua penyebab timbulnya kolesterol tinggi, yaitu penyebab yang dapat dikontrol dan penyebab yang tidak dapat dikontrol. Penyebab yang dapat dikontrol adalah pola makan dan gaya hidup yang tidak seimbang. Asupan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh, pola hidup dan gaya hidup yang tidak sehat dan tidak seimbang,  dan kebiasaan buruk sehari-hari merupakan faktor yang berkontribusi sangat besar. Kurang olah raga, kurang tidur, merokok, konsumsi makanan cepat saji dan softdrink berlebih merupakan gaya hidup yang salah.

Penyebab yang dapat dikontrol ini selain mempengaruhi kadar kolesterol juga mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh lainnya. Misalnya memicu juga terjadinya obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Bahkan bisa juga memicu stress. 

Penyebab yang tidak dapat dikontrol terutama adalah umur, ras, riwayat menderita penyakit tertentu dan faktor keturunan.

Tanda Kolesterol Tinggi
Kolesterol tinggi kadang tidak memunculkan tanda. Baru diketahui ketika cek ke laboratorium. Beberapa gejala penyakit kolesterol tinggi yang nampak adalah adanya benjolan berwarna merah atau yang biasa disebut xanthomas yang biasanya disebabkan oleh adanya kolesterol tinggi. Pada beberapa orang ada juga yang merasakan kesemutan, rasa sakit pada sendi, pusing atau migrain yang sering kambuh. Namun bagaimanapun juga ternyata kolesterol tidak menimbulkan gejala yang spesifik pada kebanyakan kasus. 

Kadang muncul beberapa gejala seperti nyeri di kaki, kram, perubahan warna kuku, dan perubahan kulit. Nyeri di kaki atau klaudikasino merupakan gejala yang umum dirasakan. Hal ini mungkin disebabkan karena penyumbatan arteri ke kaki. Kadang rasa nyeri menjalar sampai paha dan bahkan bokong, dan gejala nyeri ini biasanya hilang jika digunakan untuk berjalan.  Gejala lain misal kaki menjadi dingin, proses pemulihan luka yang lamban, mati rasa, diare, lesu disertai migrain, perut kembung, gangguan emosi, gangguan jantung dan kelebihan berat badan. Tidak adanya gejala yang khas menyebabkan penegakan diagnosa kolesterol tinggi hanya bisa dilakukan dengan pengecekan darah di laboratorium. 


Dari beberapa gejala tersebut, yang dimasukkan gejala utama dan bisa dirasakan ada 5 yaitu:
  1. Rasa berat di tengkuk dan pundak yang disebabkan terganggunya pasokan darah dan oksigen
  2. Sering sakit kepala yang disebabkan terhambatnya aliran darah ke otak
  3. Cepat merasa ngantuk karena kolesterol kadang menghambat aliran darah ke otak 
  4. Mudah lelah karena terganggunya sistem tubuh.
  5. Kesemutan karena aliran darah yang tidak lancar.

Dampak Kolesterol Tinggi
Sejak awal, kolesterol tinggi mungkin sudah mengakibatkan kesakitan yang serius (sakit kepala berat, migrain). Dan jika dibiarkan, akan meningkatkan potensi terjadinya penyakit lain yang lebih berat seperti penyakit jantung dan stroke. Atasi sedari dini dan utamakan pencegahan itu lebih penting.

Pada saat kolesterol makin tinggi, akan makin banyak endapan di pembuluh darah, sehingga  maka kolesterol akan membuat arteri makin menyempit, dan membuat aliran darah terhambat. Hal ini akan mengurangi jumlah darah yang sampai ke jaringan tubuh. Kolesterol berlebih akan memicu penyakit lain seperti darah tinggi, penyakit jantung, stroke, batu empedu, dan lain-lainnya.

Bagaimana Mencegah Kolesterol Tinggi 
Pencegahan timbulnya kolesterol yang tinggi sebenarnya cukup mudah. Kecuali untuk faktor-faktor yang tidak dapat diubah lho ya. Mengingat penyebab utama adalah faktor makanan dan pola hidup, maka kedua hal inilah yang harus diperhatikan. Pilihlah bahan makanan yang mengandung kaya lemak tidak jenuh dan lakukan olah raga dengan teratur.

Bagaimana Mengobati Kolesterol Tinggi
Pengobatan kolesterol tinggi secara umum juga dibagi dua, yaitu menggunakan obat dan non obat. Keduanya kadang harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kadar kolesterol yang tinggi bisa diturunkan dengan obat maupun dengan pengaturan makanan (diet). Pemilihan bahan makanan harus diperhatikan. Kurangi konsumsi makan makanan yang berlemak jenuh, pilih bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh. 

Makanan dengan lemak jenuh akan meningkatkan kadar LDL. Kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah juga meningkat. Contoh bahan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi: jeroan, santan, otak sapi, telur burung puyuh, kulit unggas (ayam, bebek, kalkun, dll), daging kambing, gorengan, cumi, maupun kerang dan udang.

Perbanyak konsumsi bahan makanan yang kaya akan lemak tak jenuh. Lemak ini akan meningkatkan kadar HDL dan menurunkan resiko penyumbatan dinding pembuluh darah. Contoh bahan makanan yang kaya lemak tak jenuh misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, buah alpukat, ikan salmon, tuna, maupun tengiri, dan minyak zaitun.

Beberapa bahan makanan lain yang juga sebaiknya anda masukkan dalam diet untuk membantu menurunkan kolesterol adalah oatmeal, anggur merah, ikan, teh hitam, dan yoghurt serta bawang putih. Buah dan sayuran yang kaya antioksidan juga akan sangat bagus dalam menurunkan kolesterol. Anda bisa membuat siklus menu yang mengandung jambu biji, mangga, dan sayuran hijau seperti kacang panjang, kubis, brokoli, paprika, labu, wortel, dan bayam.


Salah satu diet yang menerapkan metode ini adalah diet paleo. Diet ini intinya adalah mengkonsumi makanan sehat dan organik dengan pengolahan yang sangat sederhana seperti manusia jaman pertengahan atau manusia jaman berburu dan meramu.

Olahraga
Hidup dengan penuh gerak akan lebih menyehatkan dan menyenangkan. Olahraga teratur dan beraktifitas fisik yang terukur akan meningkatkan derajat kesehatan secara umum. Olahraga 2-3 jam perminggu akan menjaga jantung dan pembuluh darah tetap sehat. Endapan lemak di pembuluh darah akan didorong ke hati untuk diurai menjadi tenaga. Berat badan pun bisa dijaga. Kelebihan berat badan akan meningkatkan kandungan LDL dalam darah. Dan tidak harus melakukan olah raga yang "mahal". Anda cukup bersepeda, berenang, badminton, futsal, atau cukup berjalan kaki di lingkungan perumahan.

Rokok
Point ini sebenarnya tidak perlu dibahas ya... Sampai saat ini "no smoking" belum diberlakukan di semua tempat. Padahal sampai saat ini belum ditemukan satupun dampak positip merokok. Satu satunya dampak positip adalah yang berkaitan dengan ekonomi (memperkaya produsen dan pemasukan dari cukai rokok). 

Terkait dengan kolesterol, didalam rokok terdapat zat yang disebut akrolein. Zat ini akan menghentikan HDL dalam mengangkut lemak menuju hati. Akibatnya terjadi endapan lemak LDL di pembuluh darah sehingga pembuluh darah menyempit. Penyempitan arteri disebut juga arterosklerosis dan ini meningkatkan resiko penyakit jantung bahkan stroke. 

Kegemukan
Patokan yang digunakan dalam menentukan derajat kegemukan adalah lingkar pinggang dan indeks massa tubuh (IMT). IMT diukur dengan membandingkan berat badan (dalam satuan kg) dengan tinggi seseorang (dalam satuan meter dan dikuadratkan). Seseorang disebut obesitas jika lingkar pinggangnya lebih dari 90 cm (pria) atau 80 cm (wanita). Sedangkan batasan IMT nya bagi obesitas adalah diatas 25 kg/m2. 

Kondisi Tertentu
Kadar kolesterol bisa juga meningkat pada seseorang yang menderita hipertensi, diabetes, gangguan kelenjar tiroid, penyakit hati, maupun penyakit ginjal. Dalam terapinya kondisi ini sangat diperhatikan oleh dokter.

Tips Untuk Penderita Kolesterol Tinggi
Penderita kolesterol tinggi perlu memperhatikan pola makan dan mengkonsumsi makanan penurun kolesterol. Makanan penurun kolesterol tinggi dapat disajikan dalam menu makanan sehari-hari.  Sajian menu dengan gizi seimbang, mengutamakan sayuran dan buah yang banyak mengandung serat, merupakan solusi sederhana untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi dan lemak jahat dari tubuh. Penderita sebaiknya mengurangi konsumsi garam dan gula serta lemak. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya anda perhatikan baik untuk dikonsumsi maupun dibatasi bahkan dijauhi.

Makanan Untuk Meningkatkan HDL
Penderita sebaiknya menjaga agar HDL tetap tinggi, karena berkaitan dengan rendahnya risiko penyakit jantung. Berikut boleh dijadikan pilihan untuk meningkatkan HDL: gandum/oatmeal, kacang merah, pisang, apel, pir, yoghurt, coklat, margarine, jus jeruk, kacang-kacangan. 

Makanan Untuk Menurunkan LDL
Anda bisa memilih dan mengkombinasikan bahan makanan berikut untuk menurunkan LDL: beras merah, gandum, bayam, seledri, buncis, kedelai dan olahannya (tahu, tempe, tepung kedelai, nugget, susu kedelai), bawang putih, kacang-kacangan (mete, almond, kacang panjang, hazelnut), biji bunga matahari, ikan yang kaya omega 3 (ikan kembung, sarden, tuna, makarel, dan salmon). Penting juga untuk menggunakan minyak zaitun dalam memasak makanan.

Kemudian untuk buah yang bisa membantu menurunkan LDL adalah buah yang terutama mengandung vitamin c dan beta karoten. Anda bisa memilih maupun mengkombinasikan buah-buah berikut: jeruk nipis, jambu biji, semangka merah, tomat merah, jambu biji merah, buah delima,mangga, blueberry, anggur, alpukat, jeruk lemon, strawberry, apel,nanas dan pir.

Dan beberapa bahan lain yang juga bisa membantu menurunkan kolesterol adalah biji ketumbar, kayu manis, teh hitam, teh hijau, brokoli, jahe. Mereka bisa dikombinasikan sebagai minuman atau cukup di sedu sendirian untuk dikonsumi. Bahan lain yang sering digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol diantaranya sarang semut, daun dewa, dan mengkudu. 

Semoga bermanfaat.

Anda membutuhkan konsultasi gizi untuk pengaturan diet anda? Silakan email ke rahasiaumur30@gmail.com